PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ADMINISTRASI UMUM
A. PENGERTIAN ADMINISTRASI UMUM
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia kata administrasi (ad-mi-nis-tra-si) mempunya arti
: 1.Usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara
penyelenggaraan pembinaan organisasi; 2.Usaha dan kegiatan yang berkaitan
dengan penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan; 3.Kegiatan yang
berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan; 4.Kegiatan kantor dan tata
usaha.
Administrasi
dapat dpahami secara sempit dan secara luas. Dalam arti sempit administrasi itu
berkisar pada masalah pencatatan, tatausaha, tulis menulis, mengertik, dan
kearsipan.
Dalam
arti luas, sebagaimana dikemukakan oleh John M. Pfiffner dan Robert Vance
Presthus (1960) bahwa administrasi ialah “suatu kegiatan atau proses yang
terutama berkenaan dengan upaya atau jalan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan”. Demikian pula Sondang P. Siagian merumuskan administrasi
sebagai “keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang
didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya”.[1]
Jadi
dapat disimpulkan dari dua pendapat para ahli di atas bahwa administrasi adalah
sebuah proses dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang
dilakukan oleh seorang dan sekelompok orang. Seluruh proses itu bertujuan untuk
mengatur jalannya kegiatan yang telah direncanakan.
Administrasi
dalam pengertian luas lebih ditekankan pada proses penyelenggaraan kegiatan.
Sebagai proses kegiatan, administrasi dapat dilakukan oleh siapa saja. Contoh,
si A ingin membuka took kelontong. Ia kemudian merencanakan apa saja yang akan
di jual (isi toko) dan dari mana modal diperoleh. Setelah direncanakan,
kemudian ia membeli barang, mengatur keluar masuk uang, melayani orang belanja
dan sekaligus mengawasi barang-barangnya. Semua tindakan si A ini termasuk ke
dalam tindakan seorang Administrator.
Apa
saja yang termasuk kegiatan yang dilakukan oleh si A itu seperti merencanakan
toko, merencanakan isinya, merencanakan modal, membeli peralatan, membeli
barang, mengatur keuangan, melayani orang belanja, mengawasi barang dan
sebagainya. Semua kegiatan ini dinamakan administrasi. Tujuan yang hendak
dicapainya ialah kesejahteraan keluarga.
Kalau
toko si A itu telah berkembang, tentu saja proses kegiatan itu tidak lagi bisa
dilakukan sendiri. Ia membutuhkan orang lain untuk ikut serta menjalankan usaha
tokonya. Dari sinilah mulai timbul organisasi. Organisasi itu wadah dan
tempatnya administrasi. Untuk menjalankan tokonya secara baik, diperlukan
tenaga-tenaga ahli yang sesuai dengan bidangnya. Tindakan menggunakan para ahli
untuk mencapai tujuan yang diinginkan dinamakan managemen.
Dengan
demikian, dalam melakukan kegiatan administrasi seorang administrator di bantu
oleh beberapa orang dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Kerja sama antara orang-orang itu ditempatkan dalam satu
wadah organisasi. Agar orang-orang yang bekerja sama itu bekerja sesuai yang
diharapkan, maka mereka perlu digerakkan oleh seorang administrator. Tindakkan
menggerakkan orang-orang agar mencapai tujuannya itu dinamakan managemen. Atau
dengan kata lain managemen itu “proses koordinasi yang meliputi kegiatan
mengarahkan dan menyelaraskan tindakan para bawahan, sumber-sumber dana, alat
perlengkapan, metode bekerja, waktu dan tempat kerja menuju pada sasaran yang
telah ditetapkan”[2]
Adapun
pengertian administrasi menurut para ahli, diantaranya :
1.
ULBERT
Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha
Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha
2.
WH EVANS
Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen
dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan
keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi
3.
ARTHUR GRAGER
Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap
komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi
4.
WILLIAM LEFFINGWELL dan
EDWIN ROBINSON
Administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang berkenaan
dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana
pekerjaan itu harus dilakukan
5.
GEORGE TERRY
Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian
pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar
mencapai tujuan yang telah ditetapkan
“Administration
has been defined as the guidance, leadership, and control of the effort of a
group of individuals towards some common goal”
(William
H. Newman dalam Administration Action)
Administrasi
didefinisikan sebagai bimbingan, kepemimpinan, dan kontrol dari pada
usaha-usaha kelompok, individu-individu terhadap terciptanya tujuan bersama Administrasi
dapat diartikan dalam arti sempit dan luas. Soewarno
Handayaningrat mengatakan “Administrasi dalam arti sempit berasal dari
kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan
catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya
yang bersifat teknis ketatausahaan” (1988:2).
Sedangkan dalam arti
luas dapat disimpulkan pada dasarnya mengandung unsure pokok yang sama yaitu
adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerja sama serta
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. (lihat pengertian
Administrasi menurut William H. Newman)
Tujuan
Administrasi
1. Efektifitas produksi
- Efisiensi
- Kemampuan menyesuaikan diri (Adaptability)
- Kepuasan kerja
B.
Pengertian Administrasi Negara
Istilah administrasi negara berasal dari
Bahasa latin adinistrare yang dalam Bahasa Belanda diartikan sama dengan
besturen. Besturen dalam pengertian fungsional berarti fungsi
pemerintahan. Pemerintah dalah
fungsi pemerintah ( het besturen, het regeren )dalam arti menjalankan
tugas-tugas memerintah. Arti
pemerintahan ini secara negative adalah fungsi Negara yang bukan fungsi peradilan (rechstpraak )
dan bukan fungsi perundang-undangan. Pemerintah dalam arti luas, adalah
pelaksanaan tugas seluruh badan-badan, lembaga-lembaga, dan petugas-petugas
yang diserahi wewenang mencapai tujuan Negara.
Pemerintah dalam arti sempit mencakup organisasi-organisasi
fungsi-fungsi yang menjalankan tugas pemerintahan.
Dalam melaksanakan fungsi pemerintahan
atau melakukan tugas pemerintahan ini, terdapat pula istilah penguasa. Untuk
melaksanakan fungsi pemerintahan penguasa melakukan berbagai macam tindakan
pemerintahan yang berupa :
A. Keputusan-keputusan
B. Ketetapan yang bersifat umum
C. Tindakan hukum perdata
D. Tindakan nyata
Adapun pengertian Negara menurut para ahli :
1. Bachsan
Mustafa, SH; administrasi Negara adalah sebagai gabungan jabatan jabatan yang dibentuk dan disusun secara
bertingkat yang diserahi kepada badan – badan pembuat undang – undang dan badan
– badan kehakuman.
2.
Administrasi Negara adalah segenap proses penyelenggaraan
yang dilakukan oleh aparatur pemerintah suatu Negara, untuk mengatur dan
menjalankan kekuasaan Negara, guna menyelenggarakan kepentingan umum.
3.
dan II dan Daerah istimewa, yang masing – masing diberi
kekuasaan untuk berdasarkan suatu delegasi dari Pemerintah Pusat (Medebewind)
memerintah sendiri daerahnya.
Ciri-ciri administrasi
a. Kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih.
b.
Kerjasama
c.
Kegiatan/proses/usaha
d.
Bimbingan
e.
Tujuan
Sebagai ilmu,administrasi
mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi
negara.Administrasi negara juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara
umum dapat dibagi dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat
administrasi negara hanya dalam lingkungan lembaga eksekutif saja. Dan kedua,
definisi yang melihat cakupan administrasi negara meliputi semua cabang
pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik.Terdapat hubungan
interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Di antara
berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling
banyak mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.
C. Pengertian Administrasi Islam
Administrasi Islam adalah proses
penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang Islam
dimana kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan syari’at Allah dan Rasul-Nya
untuk mencapai tujuan yang diridhai Allah.
Disini terlihat bahwa administrasi Islam
lebih menekankan pada aspek nilai. Sumber utama yang digunakan sebagai panduan
dalam administrasi itu adalah Al-Qur’an dan Al-Sunnah serta perilaku para
sahabat dan tabi’in. Misalnya, seorang administrator Islam harus memiliki sikap
tulus dalam bekerja, memandang dunia hanya sebagai tempat sementara dan bekerja
merupakan bekal akhirat, meletakkan dirinya sebagai hamba Allah dalam
menjalankan aktifitas administrasinya.
Filosofi dasar administrasi Islam berpusat
di sekitar konsep keluhuran, kesalehan, keadilan, persamaan, dan keadilan
sosial. Misalnya masalah administrasi negara dalam Islam bukan saja hanya
menekankan pemerintah yang harus bertaut dengan agama, melainkan administrasi
yang berakar pada nilai dan etika Islam.
Konsep-konsep yang dirumuskan dalam
administrasi Islam merujuk pada sumber yang autentik (Al-Qur’an dan Hadits).
Para administrator menjadikan prinsip-prinsip dasar administrasi yang ada dalam
Al-Qur’an sebagai panduannya. Prinsip-prinsip itu dimuat dalam beberapa ayat,
diantaranya surat An-Nur ayat 55, yang berbunyi :
55.dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh
Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan
Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan
menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan
sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji)
itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.
Surat Faatir ayat 39,
39. Dia-lah yang menjadikan kamu
khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat)
kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu
tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran
orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka
belaka.
Surat Shaad ayat 26,
26. Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan
kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah keputusan (perkara) di
antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia
akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat
darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari
perhitungan.
Surat Asy-Syura ayat 38,
38. dan (bagi) orang-orang yang menerima
(mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka
(diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian
dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
Dan sebagainya. Sementara prinsip-prinsip
kepemimpinan (administrator) juga dimuat dalam ayat al-Qur’an, diantaranya
surat Al-Baqarah ayat 124, dan 247 :
124. dan (ingatlah), ketika Ibrahim
diuji[87] Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu
Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan
menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya
mohon juga) dari keturunanku"[88]. Allah berfirman: "Janji-Ku (ini)
tidak mengenai orang yang zalim".
[87]
Ujian terhadap Nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka'bah, membersihkan
ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz
dan lain-lain.
[88]
Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim a.s., karena banyak di antara
Rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s.
247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka:
"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka
menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak
mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan
yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah
memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang
perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.
Surat Ali Imran ayat 118
118. Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan
bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari
mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar
lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu
memahaminya.
Surat An-Nisa ayat 58, 59, 83
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. 59. Hai orang-orang
yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah
ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.
83. dan apabila datang kepada mereka suatu
berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau
mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri[322] di antara mereka,
tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat)
mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri)[323]. kalau tidaklah karena
karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali
sebahagian kecil saja (di antaramu).
[322]
Ialah: tokoh-tokoh sahabat dan Para cendekiawan di antara mereka.
[323]
Menurut mufassirin yang lain Maksudnya Ialah: kalau suatu berita tentang
keamanan dan ketakutan itu disampaikan kepada Rasul dan ulil Amri, tentulah
Rasul dan ulil amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari
berita itu.
Surat Asy-Syu’araa ayat 150-152
150. Maka bertakwalah kepada Allah dan
taatlah kepadaku; 151. dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang
melewati batas, 152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak Mengadakan
perbaikan".
Surat Shaad ayat 28
28. Patutkah Kami menganggap orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang
berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang
yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma'siat?
Surat Az-Zumar ayat 9
9. (apakah kamu Hai orang musyrik yang
lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud
dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat
Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran.
Dengan demikian, administrasi islam
merupakan kajian teoritik yang sumber-sumbernya berasal dari wahyu. Kajian
administrasi Islam kemudian dikembangkan oleh para ulama yang disusun dalam
karya-karya mereka seperti Abu Yusuf, Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun
dan sebagainya.
Sekali lagi, administrasi Islam merupakan
kajian teoritik mengenai konsep-konsep administrasi dalam Islam. Lalu,
bagaimana dengan administrasi Islam di Indonesia? Administrasi Islam di
Indonesia merupakan kajian mengenai implementasi administrasi Islam yang
bercorak ke-Indonesiaan. Kajiannya berupaya menyuguhkan praktek administrasi
Islam di Indonesia. Oleh karena itu, ia bukan lagi mengkaji secara teoritik
administrasi Islam.
Definisi yang mungkin diketengahkan
mengenai administrasi Islam di Indonesia ialah proses penyelenggaraan kegiatan
yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang Islam dalam wadah tertentu
melalui suatu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan
yang telah di tetapkan.
DARTAR PUSTAKA
Al-Quran
Diana
Halim Koentjoro. Hukum Administrasi Negara. Bogor:Ghalia Indonesia.
2004
2004
Kamus
Besar Bahasa Indonesia
Mirrian
Syofian Arif. Organisasi dan Managemen. Universitas Terbuka, 1997
Ridwaan
Wahyu. Administrasi Islam di Indonesia. Bandung
Sondang
P. Siagian. Filsafat administrasi. Jakarta: Gunung Agung
[1]
Sondang P. Siagian. Filsafat administrasi. (Jakarta: Gunung Agung, t.t).
hlm 6
[2]
Mirrian Syofian Arif. Organisasi dan Managemen. Universitas Terbuka,
1997. Hlm 16

0 comments:
Post a Comment